BINTUNI, IDN-TIMUR – Sebuah unggahan yang menampilkan kondisi fasilitas tangki penampungan di kawasan Jalan Fimbay, Distrik Bintuni Timur, menjadi perbincangan di media sosial Facebook dalam beberapa hari terakhir.
Unggahan tersebut memicu berbagai komentar warga yang mempertanyakan status dan aktivitas di lokasi tersebut. Sejumlah akun bahkan meminta instansi terkait turun langsung melakukan pengecekan guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Berdasarkan informasi yang beredar, lokasi tersebut disebut pernah digunakan untuk kegiatan operasional sebuah perusahaan yang berjalan pada periode 2013 hingga 2017. Namun, saat dikonfirmasi, sumber yang mengetahui riwayat lokasi tersebut menyampaikan bahwa kegiatan perusahaan telah berhenti sejak tahun 2017 dan tidak lagi beroperasi.
Meski demikian, sejumlah warga mengaku masih melihat adanya aktivitas tertentu di area tersebut sehingga menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
"Informasinya perusahaan sudah lama tutup, tetapi masyarakat masih mempertanyakan aktivitas yang terlihat di lokasi itu. Karena itu perlu ada penjelasan resmi agar tidak menimbulkan spekulasi," ujar salah seorang warga.
Ramainya perbincangan di media sosial membuat masyarakat berharap adanya klarifikasi dari pihak berwenang mengenai status kawasan tersebut, termasuk terkait perizinan dan aktivitas yang berlangsung.
Pengamat kebijakan publik menilai, polemik yang berkembang di media sosial seharusnya menjadi momentum bagi instansi terkait untuk memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat.
"Ketika sebuah isu menjadi perhatian publik, cara terbaik menjawabnya adalah melalui transparansi dan pemeriksaan yang objektif. Dengan begitu tidak ada ruang bagi spekulasi maupun informasi yang simpang siur," ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari instansi terkait mengenai status aktivitas di lokasi yang menjadi perbincangan warganet tersebut.
(Redaksi IDN-TIMUR)