Sensus Ekonomi Fokus ke Pasar, Pasar Rakyat Tidak Berjalan. Aktivis Ekonomi Jakarta: "Ada-Ada Saja Ini Pak Bupati"

 

Ketgam: Pasar di Sausapor Daerah Teramai Penduduk Kab. Tambrauw, Apanya yang Mau di Sensus, Titik Ekonomi di Pasar. 🤦‍♀️🤭

JAKARTA, IDN-TIMUR – Klaim keberhasilan ekonomi dan penurunan angka pengangguran di Kabupaten Tambrauw kembali menuai kritik. Kali ini datang dari kalangan akademisi muda yang sedang menempuh pendidikan pascasarjana di Jakarta.

Pandi Bastian, mahasiswa Pascasarjana (S2) di salah satu universitas ternama di Ibu Kota, mempertanyakan dasar penilaian ekonomi yang digunakan hingga Kabupaten Tambrauw memperoleh berbagai capaian yang diumumkan kepada publik serta menggelar Sensus Ekonomi 2026

Menurutnya, dalam praktik statistik dan sensus ekonomi, aktivitas pasar merupakan salah satu indikator penting untuk melihat denyut ekonomi masyarakat secara riil.

"Kalau bicara sensus ekonomi, yang dilihat itu aktivitas usaha, perdagangan, perputaran barang dan jasa, serta kondisi pasar rakyat sebagai pusat transaksi masyarakat. Pertanyaannya, pasar rakyat yang benar-benar aktif dan menjadi pusat ekonomi masyarakat Tambrauw itu ada di mana?" ujar Pandi kepada IDN-TIMUR, Selasa.(30/6/2026)

Pandi menilai masyarakat berhak mempertanyakan berbagai klaim ekonomi yang disampaikan pemerintah daerah apabila kondisi yang mereka rasakan di lapangan tidak sejalan dengan narasi keberhasilan yang dipublikasikan.

Menurutnya, ukuran keberhasilan ekonomi tidak cukup hanya melalui angka statistik, tetapi juga harus dapat dilihat secara langsung dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Kalau ekonomi tumbuh, pasti terlihat. Pedagang bertambah, transaksi meningkat, hasil kebun mudah dipasarkan, daya beli masyarakat naik, dan pasar menjadi hidup. Itu indikator yang paling mudah dirasakan rakyat," katanya.

Ia juga mempertanyakan sektor ekonomi mana yang menjadi penopang utama hingga muncul klaim penurunan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi yang dinilai cukup tinggi.

"Masyarakat berhak tahu. Apakah karena sektor pertanian, perdagangan, UMKM, investasi, atau hanya karena belanja pemerintah yang besar? Jangan sampai rakyat mendengar angka-angka yang hebat, tetapi tidak merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Pandi menegaskan bahwa pemerintah daerah seharusnya membuka data secara transparan agar publik dapat mengetahui dasar perhitungan yang digunakan dalam berbagai laporan pembangunan.

"Kalau datanya kuat, buka saja ke publik. Tidak perlu takut. Justru dengan keterbukaan, semua spekulasi bisa dijawab. Tapi kalau rakyat bertanya lalu dianggap mengganggu, itu yang berbahaya dalam demokrasi," katanya.

Di akhir pernyataannya, Pandi melontarkan kritik bernada satir terhadap berbagai klaim keberhasilan yang belakangan muncul dari Kabupaten Tambrauw.

"Sensus ekonomi biasanya melihat denyut ekonomi masyarakat. Kalau pasar rakyat saja masih menjadi pertanyaan publik, lalu dasar keberhasilannya dari mana? Ada-ada saja ini Pak Bupati," tutupnya sambil tersenyum

(Redaksi IDN-TIMUR)

Lebih baru Lebih lama